Langsung ke konten utama

STASIUN KOTA LAMA

Selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Puji syukur kepada Allah Swt Atas Kasih sayang yang masih di berikan kepada kita semua. Selagi nyawa masih ada dalam raga itu tandanya Allah masih sayang kepada kita namun bukan berarti saat nyawa hilang dari raga kasih Allah sudah tiada itu tidak. Malam ini saya mau menulis tentang cinta, lagi lagi cinta. Oke jadi begini, sebelum nya saya mau bertanya. Bagaimana kamu bisa merasakan begitu indah nya sebuah kebersamaan? Dan bagaimana kamu bisa merasakan begitu pedih nya sebuah kesendirian?. Keduanya, yakni antara kebersamaan dan kesendirian merupakan sebuah keadaan yang saling bertolak belakang. Dan untuk dapat merasakan suatu keadaan tertentu tentu kita membutuhkan keadaan lain nya yang menjadi tolak belakang bagi keadaan tertentu tersebut. Semua orang pasti menginginkan sebuah kebersamaan karena di sanalah muara dari segala ke indahan dan kebahagiaan. Namun tidak sedikit orang orang yang berada dalam sebuah kebersamaan merasakan keindahan dan kebahagiaan di dalam nya, karena apa? Banyak alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut salah satu nya adalah karena mungkin mereka tidak pernah berada dalam kesendirian dan kelalaian dalam mensyukuri, menikmati sebuah kebersamaan. Begitupun sebaliknya bagaimana kita dapat merasakan begitu pedihnya sebuah kesendirian tentu kita membutuhkan kebersamaan sebagai sisi lain dimana kita menaruh diri di dalam nya. Memberikan kesempatan pada diri menikmati indahnya sebuah kebersamaan kemudian membiarkannya untuk menilai, mengetahui pembeda antara keduanya.

Sabtu sore di sebuah stasiun kereta api di kota malang aku duduk di salah satu kursi tunggu sembari mengamati aktivitas orang orang yang  berlalulalang. Mereka menutup kepala dengan telapak tangan ada juga dengan barang bawaan namun lebih banyak dengan menarik kerah jaket hingga melindungi kepala dari terjaman air hujan. Saat itu Kota malang sedang berada di musim penghujan sampai saat aku akan meninggalkan kota malang dari stasiun kota lama malang, stasiun tertua di kota malang. Dalam karcis ku tercantum angka 16.55 wib yang artinya kereta yang sedang aku tunggu akan tiba di waktu tersebut, 20 menit aku harus menunggu.

Status : cerita belum waktu nya di publikasikan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beladiri dan kemenangan

Beladiri dan kemenangan Merujuk pada sabda Nabi Muhammad Saw pada sebuah hadist yaitu Bukhori dan Muslim yang menyebutkan ajarkanlah anak (laki laki) kita berkuda memanah dan berenang. Pastilah mempunyai alasan mengapa tiga hal tersebut diatas di anjurkan untuk anak anak kita dan kita para lelaki khusus nya. Tidak hanya sebagai olahraga yang kita peroleh manfaat nya berupa kebugaran tubuh dan kesehatan, di lain daripada itu adalah dasar kemampuan  kita dalam membela diri dari suatu ancaman yang tidak kita duga. Jadi,,, sudah barang wajib to bagi lelaki memiliki kemampuan dasar membela diri terlebih lelaki adalah calon calon kepala rumah tangga bagi yang belum berumah tangga seperti saya yang sekaligus juga pelindung bagi keluarga tercintanya. Luas daripada lingkup rumah tangga adalah kesiapan kita sebagai seorang muslim yang jugalah wajib menjadi barisan terdepan sewaktu waktu perang terjadi. Loh kan perang Pake teknologi canggih? Iya juga ya... Tapi tunggu dulu, merujuk pada seb...