Langsung ke konten utama

Teruslah Berjalan



Hujan, yak, baru saja Samarinda dan sekitar nya sedang di guyur galau. #eh tak ada satu helai pun kain pada tubuh beta yang selamat Setelah perjalanan tenggarong - SMD al hasil bermodal sehelai sarung teman, tanpa helai kain lain (byangkan nya biasa sja ya, tau aja di bawah gandul gandul) + secangkir kopi dan musik anti galau betapun menulis. Bukan tentang kgalauan, cinta atau hjan tapi tntang orang orang bervirus dan berpenyakit.
Beta punya cita dan tujuan dan kalianpun pasti juga to? Gmana? Pasti ada kan orang orang yang bervirus dan berpenyakit itu yang dengan segala upadayanya mencoba menghambat. Tak perlu di ambil pusiang apalagi menanggapi. Karena hanya akan membuang tenaga, waktu dan pikiran. Lebih penting dari itu adalah MENGALIHKAN FOKUS. Yang beta yakin merupakan kekuatan utama bagi siapapun dalam usahanya mencapai cita dan tujuan. Hiraukan dan terus saja berjalan Engkau bukanlah segalaku #by aril piterpin
Tempatkan virus dan penyakit itu pada tempatnya (sisi belakang) karena keduanya memang harus di abai dan tinggalkan. Menghilangkan virus dan penyakit pada mereka itu memang tak mudah. Keduanya akan hilang seiring kita telah mencapai cita dan tujuan. So, pilih menanggapi atau FOKUS?
Bagi beta mereka itu tidak bersalah dan cukup mengartikan sebagai ujian yang menguatkan beta sebagai manusia. Mengapa berperspektif demikian? Tak lain sebagai upaya agar kita tidak membenci kepada mereka kecuali hanya sikap dan tindakannya saja. Hendaknya cukup tersenyum sebagai sebuah tanggapan, sebab itu bisa melunakkan sekaligus membuat mereka memahami siapa kita sesungguhnya, Kita? Manusia lebih kuat, hebat, berpotensi. Selanjutnya soal waktu untuk membasmi virus dan penyakit itu, yak, ketika kita telah mencapai cita dan tujuan keduanya akan berhenti mengganggu, sujud takluk tak berkutik di hadapanmu menyesali semua upadaya yang telah dilakukan diiringi harapan besar sebuah maaf dari mu. •
Eits.. Itu kalau kita tetap rendah hati dan tak menyimpan dendam. Sekarang pilihan kita menjadi manusia mulia atau tidak?
Jika sudah, mari merencanakan kembali cita dan tujuan hidup dengan melibatkan mereka sebagai partner 👌. Terus berjalan, hiraukan dan fokus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beladiri dan kemenangan

Beladiri dan kemenangan Merujuk pada sabda Nabi Muhammad Saw pada sebuah hadist yaitu Bukhori dan Muslim yang menyebutkan ajarkanlah anak (laki laki) kita berkuda memanah dan berenang. Pastilah mempunyai alasan mengapa tiga hal tersebut diatas di anjurkan untuk anak anak kita dan kita para lelaki khusus nya. Tidak hanya sebagai olahraga yang kita peroleh manfaat nya berupa kebugaran tubuh dan kesehatan, di lain daripada itu adalah dasar kemampuan  kita dalam membela diri dari suatu ancaman yang tidak kita duga. Jadi,,, sudah barang wajib to bagi lelaki memiliki kemampuan dasar membela diri terlebih lelaki adalah calon calon kepala rumah tangga bagi yang belum berumah tangga seperti saya yang sekaligus juga pelindung bagi keluarga tercintanya. Luas daripada lingkup rumah tangga adalah kesiapan kita sebagai seorang muslim yang jugalah wajib menjadi barisan terdepan sewaktu waktu perang terjadi. Loh kan perang Pake teknologi canggih? Iya juga ya... Tapi tunggu dulu, merujuk pada seb...