Langsung ke konten utama

Dua Mei

Setiap tahun nya selalu ada team seleksi yang mendatangi setiap sekolah sekolah negeri dasar di kecamatan glenmore kabupaten banyuwangi demi mencari siswa siswi berbakat dalam hal paduan suara. Moment yang ada setiap satu tahun sekali ini dan lebih tepat nya satu bulan menjelang peringatan hari pendidikan nasional pada tanggal dua mei merupakan moment bergengsi yang setiap siswa pasti menginginkan menjadi bagian dari sebuah team paduan suara yang kemudian pada hari H nya nanti dengan bangga dan rasa haru suara suara lantang nya menggema ke seantero stadion kecamatan glenmore. Oh iya sedikit aku mengenalkan tentang glenmore mungkin kamu berfikir bahwa Glenmore adalah salah satu daerah yang terletak di benua eropa,  suatu daerah yang dingin dan di selimut salju, kemungkinan itu salah, namun soal arti kata "glen" yang kebanyakan orang mengartikan sebagai gambaran daerah berhawa sejuk yang memiliki hamparan lahan berkontur dan more adalah "lebih" yang menunjukkan bahwa daerah ini lebih banyak memiliki hamparan lahan berkontur dari pada daerah lain. Terhadap geografis desa glenmore itu benar adanya meskipun sampai sekarang belum dapat di pastikan kebenaran sejarah asal usul nama glenmore itu.

Ibu yami sedang mengajar dalam kelas kami, beliau adalah guru matematika dan hari ini seleksi itu di mulai. Satu persatu secara bergantian ibu yami memanggil kami siswa kelas lima, namun tak semua nya mendapat panggilan itu melainkan hanya siswa yang telah di ketahui potensi nya yang mendapat panggilan mengikuti seleksi. Di kelas ku hanya tiga siswa dan satu dari tiga itu adalah aku. Yolan dan heni lebih dulu mendapat giliran kemudian selanjut nya aku sendiri. Apa kamu kenal dengan seseorang yang menguji kita lan? Tanya ku pada yolan saat kami berada di depan pintu kelas sementara yolan hendak masuk ke dalam kelas. Aku gak kenal ucap yolan, cepat lah kamu sudah di tunggu, tegas yolan. Aku berjalan menuju ruang kantor guru hingga tiba di ambang pintu kantor, seseorang lelaki berbadan besar, duduk di sebuah kursi dan di depan nya sebuah piano, berrambut gondrong melebihi bahu sedikit mengenakan topi, celana jeans dan kaos kemeja berkain tebal yang ukuran nya sedikit gobor dengan lengan di lipat sampai siku tak asing di mata ku. Sebelum nya aku pernah melihatnya. Ia adalah pak watno lelaki langganan penghimpun siswa siswa pemilik suara berpotensi di sekolah sekolah dasar kecamatan glenmore. Pak watno adalah orang yang sama di tahun lalu namun sayang nya aku tak lolos saat itu. Silakan masuk ucapnya sembari memintaku menulis nama dalam sebuah kertas yang di dalam nya sekaligus terdapat form penilaian. Siapa nama mu? Oding dede saifilla pak. Wajar jika dia meminta penjelasan soal nama ku yang tertulis dalam kertas itu, mengingat tulisan ku juga lah lumayan buruk. Mau nyanyi lagu apa? Pada mu negeri pak. Baiklah silakan di mulai. Di iringi melodi piano yang di mainkan oleh pak watno aku pun semaksimal mungkin mengeluarkan suara terbaik dari dalam tenggorokan ku. Sesekali ia meminta ku mengulang lirik dengan nada tinggi atau sebaliknya nada rendah. Bisa nyanyi satu lagu lagi? Ucapnya, bisa pak. Nyanyian lagu indonesia raya, kali ini justru ia yang menentukan judul lagu untuk ku. "INDONESIA RAYA"bulu bulu kuduk dan tangan ku berdiri saat menyanyikan lagu indonesia raya bukan karena sedang takut melainkan iringan piano yang apik di mainkan oleh pak watno membuat diriku seolah tertelan oleh nasionalisme lagu indonesia raya.

Setelah mendapat pemberitahuan hasil seleksi bahwa di umumkan bahwa aku dan yolan Yoni menjadi delegasi sekolah kami, kami pun jadi sering mendapat panggilan berlatih berupa surat di sekolah dasar tetangga tak jauh dari sekolah kami. Terkadang kami berlatih di jam belajar mengajar mengharuskan kami izin dan terkadang berlatih di luar jam sekolah. Tiga puluh siswa siswi jumlah nya dari masing masing delegasi sekolah sekolah dasar di kecamatan glenmore. Suatu kebanggaan bagiku. Tiga puluh siswa di bagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jenis nada dengan kategori nada tinggi, sedang dan rendah. Seminggu bisa mencapai empat kali berlatih menyanyikan lagu lagu nasional Indonesia Raya, kihajar dewantoro, mengheningkan cipta dan lagu nasional lainnya seperti tujuh belas agustus, itu karena team paduan suara ini berlaku selama satu tahun yang artinya tak hanya dalam peringatan hari pendidikan saja kami menjadi pengisi paduan suara melainkan di hari hari nasional berikut nya yaitu tujuh belas agustus. Rasa bangga di dalam dada membuat semangat kami pantang surut, konsisten bersungguh sungguh berlatih. Untuk sekolah kami dan guru guru kami tercinta.

Pagi, langit terlihat cerah. Waktu menunjukkan pukul 06.00 wib Jalan raya padat oleh siswa siswi sekolah dari tingkat dasar,  menengah, dan atas sekecamatan. Mereka berjalan berkoloni koloni sebagian menggunakan kendaraan bermotor. Komandan upacara sibuk berdiri di tengah tengah lapangan guna mengatur sekaligus merapikan barisan sesuai jenjang tak terkecuali barisan para guru. Sedangkan aku, Yolanda dan dua puluh delapan siswa delegasi telah tiba di lapangan kurang dari pukul 06.00. Tak mau kalah oleh komandan upacara, pak watno pun beraksi bak komandan perang mengatur barisan kami, suara nya tak kalah lantang karena sebagai seorang pemimpin sekaligus penanggungjawab team paduan suara ini ia harus memberikan motivasi dan energi energi positif,  meyakinkan bahwa semua baik baik saja sehingga kami dapat bernyanyi dengan baik dan maksimal. Sesekali menguji vokal kami secara serentak. Ibu yami bersama guru guru lain berdiri di belakang kami, mereka hanya memastikan bahwa siswa siswa nya siap dan baik baik saja. Beliau lah bu yami guru matematika yang sekaligus walikelas kami yang sejak awal pengumuman kelulusan seleksi hingga sekarang memotivasi kami maka sebelum beliau berlalu meninggal kan kami ke barisan para guru, sejenak beliau memeluk kami dengan raut wajah bangga. Tentunya bagi ku adalah usaha penampilan maksimal untuk beliau, sekolah kami dan bangsa pastinya.

Siaaaappp.... Graaaak.... Suara lantang komandan upacara menyiapkan barisannya menggema ke seantero stadion mengiringi proses masuk nya pembina upacara ke atas podium tengah tengah lapangan. Sementara ayin yang berbadan mungil namun memiliki gerakan lincah dan tegas telah bersiap berdiri di atas meja kecil di depan kami 29 orang. Berkali kali pandangannya tertuju ke arah pak watno, menunggu instruksi pak watno yang duduk di samping tak jauh dari kami dengan pianonya. Sedangkan aku sibuk menenangkan jantung yang berdebar debar. Tak lama pak watno mengangguk yang artinya "mulai!!!!". Melodi indonesia raya oleh tarian jemari pak watno di atas piano menggelegar ke seantero stadion di ikuti suara mendominasi kami dua puluh sembilan orang siswa delegasi yang tertangkap oleh mikrofon mikrofon tergantung di atas kepala serta seribuan lebih peserta upacara. Stadion buncah oleh lagu indonesia raya bulu bulu kuduk ku mulai berdiri, kepalaku seakan ingin meledak oleh energi semangat lagu indonesia raya. Hampir seluruh mata kami berkaca kaca perlahan dan pelan mengalir berderai di atas pipi, seolah kami mengerti bahwa di setiap lirik lagu indonesia raya adalah jerih payah dan tumpah darah pahlawan pahlawan bangsa kami. Berikutnya lagu ki hajar dewantara juga tak kalah membuncah jiwa.

ki hajar dewantoro
Bapak pendidikan nasional, pendidik nan sejati.
Besar lah jasanya.
Bapak taman siswa, terkenal dengan sistem among.
Tut wuri handayani semboyan nan adi
Bapak pendidik yang mulia
Berjuang demi nusa bangsa
Hingga dua mei diperingati
Hardiknas nama nya.

Membuat kami sadar bahwa kami penerus bangsa seringkali lalai, malas dalam mengemban amanat orang orang tua kami untuk belajar dengan sungguh. Seringkali mengecewakan guru guru kami yang dengan susah payah mendidik kami menjadi putra putri bangsa yang bermartabat. Maka beruntunglah bagi ku peringatan hari pendidikan nasional di tanggal dua mei setiap tahun nya sebagai pengingat sekaligus cambuk untuk selalu bersemangat menuntut ilmu, meraih pendidikan setinggi tingginya. Air mata kami berderai semakin menjadi sementara kami tetap fokus melantunkan lirik lirik lagu nasional dengan baik sesuai tugas intonasi nada yang telah di berikan. Intonasi nada tinggi yang di berikan pada ku membuat ku tak kesulitan justru dengan semangat membara semakin lantang aku bersuara.

Terinspirasi oleh kisah masa lalu saat bersekolah di sekolah dasar negeri sepanjang satu kecamatan glenmore kabupaten banyuwangi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beladiri dan kemenangan

Beladiri dan kemenangan Merujuk pada sabda Nabi Muhammad Saw pada sebuah hadist yaitu Bukhori dan Muslim yang menyebutkan ajarkanlah anak (laki laki) kita berkuda memanah dan berenang. Pastilah mempunyai alasan mengapa tiga hal tersebut diatas di anjurkan untuk anak anak kita dan kita para lelaki khusus nya. Tidak hanya sebagai olahraga yang kita peroleh manfaat nya berupa kebugaran tubuh dan kesehatan, di lain daripada itu adalah dasar kemampuan  kita dalam membela diri dari suatu ancaman yang tidak kita duga. Jadi,,, sudah barang wajib to bagi lelaki memiliki kemampuan dasar membela diri terlebih lelaki adalah calon calon kepala rumah tangga bagi yang belum berumah tangga seperti saya yang sekaligus juga pelindung bagi keluarga tercintanya. Luas daripada lingkup rumah tangga adalah kesiapan kita sebagai seorang muslim yang jugalah wajib menjadi barisan terdepan sewaktu waktu perang terjadi. Loh kan perang Pake teknologi canggih? Iya juga ya... Tapi tunggu dulu, merujuk pada seb...