Langsung ke konten utama

GADUNGAN

'YANG GADUNGAN EMANG SERING NIPU'
Wajar jika yang gadungan sering nipu. Namanya juga gadungan profesi penuh ke pura pura an. Modal fisik terpenuhi, pakaian sesuai profesi, kemampuan ber akting jangan di tanya lagi. Komplit, ada peluang siap beraksi. Se umur umur aku tak ingin menjadi seorang gadungan apa pun itu. Preman, posili, serucity apa lah itu aku tak ingin. Namun se orang telah memaksa ku. Tragedi memalukan itu, beberapa tahun yang lalu.
Mulai dari Pagi tak ada satu pun guru yang masuk memberi pengajaran di kelas. Menganggur tak ada kerja an jangan kau suruh aku belajar, malas rasa nya. Jika sudah seperti ini kelas elektro smkn2 Samarinda sudah pasti ribut. Tiba tiba saja Adi menawarkan pekerjaan pada ku, se se orang telah menghubungi nya, kata nya mesin cuci di rumah nya sedang rusak. Dan ia membutuhkan jasa nya. Aku di butuh kan nya untuk membantu. lama sudah ku dengar dia sedang memulai bisnis perbaikan peralatan elektronik berita itu ku dengar sendiri dari nya. Ide dan tekad nya patut ku acungi jempol bagaimana tidak usia nya masih di bangku sekolah telah berani membuka jasa servis peralatan elektronika. Banyak sekali yang ku khawatirkan kan, tiga diantara nya kemampuan, permodalan, dan risiko kerugian. Namun ia memiliki argument yang meluluhkan hati, membuat ku percaya. Soal kemampuan tak perlu khawatir kau cukup memiliki kenalan se orang service elektronika terkemuka alias serba bisa, telepon saja jika kau kesulitan apa susah nya. Benar juga pikir ku. Soal permodalan, modal apa yang kau ribet kan sebagai penjual jasa service peralatan elektronik? Bukan kah kau telah memiliki Obeng, multimeter, solder. Bukan kah itu alat wajib yang harus kita miliki selama sekolah?. Dan ia benar lagiu, memang tak butuh peralatan khusus dalam hal ini. Soal resiko kerugian, wajar lah... Nama nya juga usaha, semua usaha pasti memiliki risiko. Dan lagi lagi ia benar.
ter pampang lah sebuah tulisan pengharapan nasib baik di depan gang tempat rumahnya tinggal "menerima jasa perbaikan peralatan elektronik tv, kulkas, mesin cuci dll hubungi Adi pamungkas 0852xxxxxx". kondisi papan informasi itu mengindikasikan bahwa ia benar benar tak ber modal.
baiklah tak perlu ber alasan ini itu untuk menolak, lagi pula aku juga butuh uang. Pagi itu kami membolos meninggal kan sekolah begitu saja, disiplin kami telah terpangkas oleh bayang bayang rupiah yang menggiurkan. Ia telah siap dengan peralatan peralatan nya, kami pun tancap gas dengan masih mengenakan seragam putih abu abu mengindikasikan bahwa kami adalah teknisi kelas bawah alias ecek ecek namun nyali jangan di tanya lagi. Tok tok tok assalamualaikum,,,,, Adi mengetuk pintu salah satu rumah di perumahan bukit pinang suryanata. Seorang ibu membuka pintu dan menyambut kami. Rupanya Adi telah banyak berbincang di telepon jadi tak banyak basa basi saat itu. Ibu itu segera mempersilahkan kami masuk ke belakang melalui pintu samping hingga kami melihat mesin cuci itu di kamar mandi belakang. Saat itu lah keahlian ku sebagai seorang teknisi peralatan elektronika benar benar di uji secara nyata. Apa yang aku dapat dari selama belajar di sekolah aku pertaruhkan, menyangkut legalitas, harga diri, dan gengsi ku sebagai se orang teknisi. Aku tak boleh gagal. Mimpi ku telah di mulai aku menganggap jika aku berhasil sekarang suatu saat aku akan berhasil mendirikan minimal sebuah CV jasa perbaikan elektronik. Namun ilmu ku masih kalah jauh dengan ilmu Adi yang kaya akan pengalaman. Ia yang berhasil menemukan kerusakan apa yang di derita mesin cuci ini. Nampak nya dinamo motor nya sedang tak berfungsi dengan baik. Baru saja kami akan mencopot dinamo itu permodalan menghambat kinerja kami ke tiada an alat yang tak sesuai dengan mountingan dinamo dengan body membuat ku lebih mengelus dada. (berusaha keras maklum). Untung saja terdapat toko peralatan tak jauh dari kami berada, dengan uang 25 ribu kami berhasil mendapat kan kunci tersebut. Dinamo berhasil di copot dan lagi permodalan kembali memusingkan, aku mulai sadar mengapa ia mengajak ku dalam urusan ini, yak,,, karena ia tak punya modal. Dari awal berangkat menggunakan motor ku, beli kunci menggunakan uang ku dan kali ini akan membeli dinamo juga ia kembali mengemis meminjam uang ku. Hmm... Aku tak bisa ungkapkan kekesalan ku di sini. Panas terik kami segera menuju pasar pagi di sana banyak sekali toko toko yang menjual sparepart peralatan elektronik. Toko king. Pemilik toko seorang tionghoa. Koko kami hendak cari dinamo mesin cuci ada kah jual di sini? Ada, yang seperti apa kamu cari.? Mari ikut koko. Seperti ini ini atau itu?. Kami bingung, Adi menghiraukan saran ku untuk membawa dinamo yang rusak saat berangkat membeli. Dia bilang ah gampang aku hafal dengan di namo ini, aku percaya saja karena aku menganggap ia lebih berpengalaman. Namun aku juga berusaha keras mencoba mengingat bentuk dan ukuran dinamo itu aku juga tak mau kalah aku juga ingin terlihat berpengalaman di hadapan nya. Kami berdebat dalam toko itu adi tetap saja ngeyel menganggap dinamo yang ia pilih sesuai. Namun aku berpendapat lain telah ku jelaskan berkali kali bahwa diameter dan pengikat dinamo ini jauh lebih besar ku per kuat lagi setelah di beli barang tak bisa di tukar. Ia tetap ngotot... Ah sudah lah ku turuti saja mau nya. Barang ini tak murah, 285.000 harganya bukan lah uang yang sedikit, mendapatkan nya penuh dengan usaha, kerja keras, lebih parah lagi mengorbankan harga diri melakukan kerja apa pun.
pendapat ku tak salah sekembali nya kami, dinamo itu tak cocok pada mesin cuci itu, aku menang, dan ia luluh. Aku malas bekerja dan ia tertekan lebih semangat bekerja. Aku malas ber pikir dan ia lebih keras ber pikir. Kapok, mampus dalam batin ku namun aku sadar perasaan ku justru boomerang bagi ku aku baru ingat seluruh uang yang terpakai adalah uang ku... Ah sialaaan bulshitt... Aku jadi ikut ter tekan kami berdua ber pikir keras mencari akal. Aku jadi teringat mesin gerinda listrik yang ada di kelas yah mesin gerinda... Bro mesin gerinda bro.. Wajah kami mulai berseri.. Bagi nya ini adalah solusi bagi ku uang ku akan kembali. Bergegas kami kembali ke sekolah membawa dinamo itu, mengamati kelas, untung tak ada guru yang masuk kami segera beraksi menyalakan mesin gerinda, suara nya nyaring teman teman ter heran heran dengan kami, dengan dinamo yang kami bawa, kami gerinda as nya memangkas lebih kecil diameter nya dengan kira kira tanpa alat ukur berharap mendapat ukuran yang sesuai dan benar benar tetap bulat. Kami sepakat ukuran telah sesuai dan pas. Bergegas kembali, ibu itu mungkin telah lama menunggu dan rindu mesin cuci nya kembali baik tadi ia telah banyak mengeluh capek katanya, kucek kucek hotahay setiap kali mencuci baju. Belum lagi mengurus anak yang seringkali menangis. Baik lah kami akan mengembalikan rindu ibu, tenang serahkan ini pada kami sang pujangga pengais cintah eh rezeki maksud nya. Dinamo telah ter pasang, semua kabel telah terhubung saat nya uji coba gaees...namun tiba tiba perasaan ragu muncul di benak ku. Aku ragu hasil dari sebuah kira kira tanpa menggunakan alat yang semestinya, dalam dunia pengukuran sebuah hasil (angka) yang di dapat berdasarkan kira kira pasti tak di terima. Aku mencoba membuang jauh jauh perasaan itu berharap kerja kami akan berhasil, kerja kami di hadiahi rupiah yang melimpah dan ter penting harga diri kami. Adi mencolokkan stopcontact mesin cuci ke sumber listrik, memutar tombol on dan al hasil "glodak,,,glodak,,,, glodak". Bukanya putaran yang sempurna justru suara nyaring yang di hasil kan nya. Oh tidaaaakkk... Kami kecewa, kecewa ku lebih besar tentu nya. Keranjang pengering mesin cuci itu menghantam keras dinding mesin cuci ketika berputar. Kami ke habis an cara, tak mungkin melepas dan menggerinda kembali dinamo itu tak mudah untuk mendapat kan polesan yang benar benar bulat, center setiap sisi terhadap titik tengah nya kecuali dengan alat yang lebih canggih terlebih lagi as dinamo itu telah banyak ter pangkas. Kami ter diam ter duduk lama, lemas perut kami lapar dari pagi kami tak sarapan badan Adi bergetar dari tadi ia bekerja, setiap bercakap dengan nya selalu di hadiahi bau tak sedap dari mulut nya ia benar benar lapar kering tenggorokan nya tak ada jalan lain selain jalan sesat yang selalu menjadi pilihan se orang hamba yang lemah, lemah pada pemikiran setan. Ini semua salah Adi terlalu egois menentukan pilihan mungkin ia telah di rasuki setan dari awal. Mata Kami ber tatap sama sama tau apa maksud nya, tunjuk menunjuk siapakah yang akan berdusta. Sudah lah lebih baik aku saja aku telah rugi banyak dari segi materi jika uang ku tak kembali Adi tak begitu ahli dalam hal ini. Sejenak ber pikir tak perlu waktu lama karena jalan sesat memang tak butuh waktu lama untuk di pikir kan, aku siap.
"ibu kami minta maaf kami tak berhasil memperbaiki mesin cuci ibu yang rusak, ibu tak perlu khawatir kami hanya tak berhasil dalam menyambung kan kembali kabel kabel pada mesin cuci ibu kami tak paham instalasi kabel nya kertas penunjuk pada mesin cuci ibu telah rusak tak bisa di baca (padahal aku telah merusak nya). Untuk dinamo yang rusak kami telah mengganti nya dengan yang baru ibu hanya perlu memanggil tukang servis lain yang lebih tau. Dan juga dengan berat hati saya meminta agar ibu mengganti biaya dinamo tersebut hanya biaya itu untuk jasa tak usah." mulut ku terbata bata badan ku ber getar aku tak biasa berbohong apa lagi pada se orang ibu yang telah ku dengar keluh kesah nya, percaya pada kami. Dinamo itu tak akan bisa di gunakan selain kembali membeli yang baru dan jangan suruh Adi untuk membeli.
Seperti nya ibu itu luluh hati nya dan kasihan pada kami. Uang telah di tangan, Adi yang dari tadi berdiri di belakang nampak nya juga lega karena ter hindar lilitan hutang yang nyaris melilit nya. Kami ter bebas kami ingin segera meninggalkan rumah ini meninggal kan dan melupakan dusta kami. Tancap gas.. Aku benar benar bebas namun tidak dengan hati ku baru saja aku menipu, bakat terpendam yang baru aku sadari aku miliki. Menipu, modal awal yang harus di miliki se orang gadungan yang aku miliki. Adi apa lagi, hati nya lebih tak tenang nomor nya telah tersimpan apa lagi ibu itu tau rumah Adi tak jauh dari plang pengharapan nasibnya. Plang di mana ibu itu mendapat kan nomor nya. Kami adalah teknisi gadungan walaupun kami tak ber niat gadungan. Kami lelaki putih abu abu yang perlu banyak belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beladiri dan kemenangan

Beladiri dan kemenangan Merujuk pada sabda Nabi Muhammad Saw pada sebuah hadist yaitu Bukhori dan Muslim yang menyebutkan ajarkanlah anak (laki laki) kita berkuda memanah dan berenang. Pastilah mempunyai alasan mengapa tiga hal tersebut diatas di anjurkan untuk anak anak kita dan kita para lelaki khusus nya. Tidak hanya sebagai olahraga yang kita peroleh manfaat nya berupa kebugaran tubuh dan kesehatan, di lain daripada itu adalah dasar kemampuan  kita dalam membela diri dari suatu ancaman yang tidak kita duga. Jadi,,, sudah barang wajib to bagi lelaki memiliki kemampuan dasar membela diri terlebih lelaki adalah calon calon kepala rumah tangga bagi yang belum berumah tangga seperti saya yang sekaligus juga pelindung bagi keluarga tercintanya. Luas daripada lingkup rumah tangga adalah kesiapan kita sebagai seorang muslim yang jugalah wajib menjadi barisan terdepan sewaktu waktu perang terjadi. Loh kan perang Pake teknologi canggih? Iya juga ya... Tapi tunggu dulu, merujuk pada seb...