Langsung ke konten utama

Hari terakhir di kost.

"Hari terakhir di sebuah kost"

Seiring terus berjalannya waktu seiring pulalah kenangan kenangan itu tercipta, entah ini hukum apa namanya, menyebutnya sebagai hukum dari albert einsten atau ilmuan ilmuan sains terkemuka di dunia tetap tidak ada yang mencocoki. Mungkin para pujanggalah yang mengerti soal hukum ini.

Kenangan kenangan yang tercipta seiring berjalannya waktu itu tercipta didalam sebuah bangunan sederhana yang setiap bulannya harus menanggung biaya sewa jika menempatinya yang kebanyakan orang menyebutnya sebagai kos. Mungkin kata kos ini di ambil dari kata bahasa inggris “Cost” yang berarti harga/ongkos dan mungkin itulah mengapa menempati kos harus menanggung biaya sewa perbulannya dan mengapa yang pasti adalah karena kos yang kau tempati bukan milik mbah mu.

Namun karena rasa syukur kami kata “villa” adalah lebih familiar di kalangan kami meskipun bangunan ini tak memenuhi kriteria atau persyaratan yang membuatnya pantas di sebut sebagai sebuah villa. Coba rasakan antara mendengar kata kos dan villa mana yang lebih indah dan memiliki kesan bahagia, tentu pastilah villa. Karena nama belakang saya SaifILLA. Hebatnya sebuah kata dalam mempengaruhi pikiran kita.

Om john adalah orang yang menyewa villa yang sering kami jadikan sebagai tempat berkumpul, bercengkerama, berbagi cerita suka maupun duka. Bagi ku keberadaan villa yang strategis dengan tempat tempat kegiatan ku sehari hari sangat membantu sekali untuk berhemat dari berbagai sisi seperti waktu dan metreri, ketimbang pulang kemudian kembali melanjutkan kegiatan di tempat yang berbeda maka bertempat sejenak di villa om john adalah pilihan yang baik dan efelktif mengingat rumah ku yang jauh dari pusat kota (kegiatan kegiatanku).

Hari ini seperti hari hari yang telah lalu, makan siang di mie ayam pak wagino dan makan malam bersama di villa meskipun tidak setiap hari, dengan menu alakadarnya made in anak villa yang menomor duakan soal rasa. Karena rasa akan terasa nikmat bila menomor satukan kebersamaan dan dalam kondisi kita sedang sehat.

Yang membuat berbeda soal hari ini adalah kecemasan kami tentang hari terakhir meskipun kiamat sudah dekat tapi bukan hari terakhir itu yang kami cemaskan melainkan hari terakhir om john harus meninggalkan villa ini entah apa penyebabnya aku tak tau, om john bisakah kau ceritakan barangkali kami bisa membantu jika penyebabnya adalah ketiadaan biaya untuk bayar sewa kos karena uang mu telah habis kau belikan motor honda CBR.

Berat rasanya bagi kami bila tidak lagi menjadikan villa ini sebagai tempat berkumpul kami mengingat telah banyak cerita cerita yang telah kita lakukan di villa ini yang kemudian kita menyebutnya sebagai kenangan, seperti cerita kami saat nonton film cinta romantis bareng hingga larut malam sementara kami semua adalah laki laki, saat masak buat makanan tapi seringkali yang ada cuma mie sedap membuat kami ahli masak mie. solat berjama'ah yang tempatnya hanya mampu menampung tiga orang dan temperatur ruangan yang sangat panas sekalipun kipas angin telah berputar sekuat tenaga di balik punggung kami tetap saja berkeringat, mengantre mandi sembari di buru waktu yang semakin meninggalkan magrib, kejutan motor CBR menjelang isya untuk om john, meringkasi barang barang belanjaan yang terkadang berdua kita berbelanja di eramart guna memenuhi kebutuhan hidup, tertahan di pagi hari di teras depan, satu dua jam mengobrol soal wanita soal ke jombloan yang padahal kami terburu buru hendak pulang setelah semalaman menginap, breakfast bersama walaupun hanya sekadar bihun yang di beli di depan villa, kejahilan kejahilan di villa, curahan hati kegalauan di malam hari, dan banyak lagi kenangan yang telah terjadi di villa ini.

Malam ini setelah kami makan dan solat magrib bersama yang terbagi beberapa kloter di villa untuk terakhir kali nya segera kami berkemas. Mobil pick up telah terparkir di halaman depan. kami (aku, om john, bang madon, om ded, sahrul dan bapak muda) bahu membahu mengeluarkan semua barang barang yang ada di dalam villa, lemari, kulkas, mesin cuci, televisi, meja, kasur dan barang lain nya satu persatu termuat dalam bak pickup.

Menginjak pedal gas mobil pun melaju menuju villa baru yang akan om john tempati, villa lama tinggal lah kenangan. Hanya dengan waktu satu jam semua nya bersih tak tersisa. Villa nampak kosong, sejenak melepas lelah kami pun duduk dilantai menikmati sisa kue magrib tadi sembari menatap penuh hikmat seleluasa mata kami memandang. Di situ lah letak sebuah televisi,  di situlah letak sebuah sofa di situlah letak barang barang yang sekarang barang barang itu telah tiada namun gambaran seisi villa telah melekat di otak kami, kami tak akan bisa melupakan nya. Angin malam masuk melalui pintu yang terbuka lebar menelisik kulit kulit kami yang berkeringat, menembus pori pori.

Kesejukan angin malam ini tak asing karena selama di villa ini setiap malam angin akan masuk ke dalam ketika pintu di buka, namun keikutsertaan nyamuk membuat kami enggan membuka pintu di malam hari. Setelah sebentar berbincang bincang dan memanfaatkan waktu untuk mengamati villa untuk yang terakhir kali nya dengan berat hati kami pun melangkah menuju kendaraan kami masing masing melaju dengan perlahan meninggalkan villa yang penuh dengan kenangan. Aku menatap nya sedih namun aku melihat nya tak sedikit pun villa itu bersedih ia tetap sama tak menunjukkan ekspresi apa pun, mengapa??? Karena dia adalah villa.

Inilah malam terakhir kami, dan malam inilah malam pertama kami di villa yang baru yang kami berharap akan menorehkan kenangan kenangan yang lebih indah lagi.

Selamat tinggal villa lama, kami tak akan melupakan mu......

#tulisan ini memang tidak jelas, karena apa? Karena tidak jelas memang tulisan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beladiri dan kemenangan

Beladiri dan kemenangan Merujuk pada sabda Nabi Muhammad Saw pada sebuah hadist yaitu Bukhori dan Muslim yang menyebutkan ajarkanlah anak (laki laki) kita berkuda memanah dan berenang. Pastilah mempunyai alasan mengapa tiga hal tersebut diatas di anjurkan untuk anak anak kita dan kita para lelaki khusus nya. Tidak hanya sebagai olahraga yang kita peroleh manfaat nya berupa kebugaran tubuh dan kesehatan, di lain daripada itu adalah dasar kemampuan  kita dalam membela diri dari suatu ancaman yang tidak kita duga. Jadi,,, sudah barang wajib to bagi lelaki memiliki kemampuan dasar membela diri terlebih lelaki adalah calon calon kepala rumah tangga bagi yang belum berumah tangga seperti saya yang sekaligus juga pelindung bagi keluarga tercintanya. Luas daripada lingkup rumah tangga adalah kesiapan kita sebagai seorang muslim yang jugalah wajib menjadi barisan terdepan sewaktu waktu perang terjadi. Loh kan perang Pake teknologi canggih? Iya juga ya... Tapi tunggu dulu, merujuk pada seb...