Langsung ke konten utama

Kribow

Judul yang tidak benar tapi nyata.
"MISKIN KETIKA TAK BER MEREK KRISBOW"
Apa hubungan dari sebuah merek produk elektronik krisbow dengan ke miskinan, guru itu ada ada aja.
Hati kami nampak gelisah, kami tahu ini adalah hari penghakiman bagi kami, hari di mana kami harus menerima kenyataan pahit. Tempo waktu yang di berikan oleh bapak krisbow jatuh pada hari ini, setelah minggu minggu lalu ia marah besar, muka nya amat murka, bibir nya tak kunjung henti berbicara kalimat kalimat kotor menghujam tajam ke telinga, mata nya penuh amarah menatap tajam satu per satu dari kami. aku sama sekali tak kesulitan mengetahui perasaan dari teman teman ku meskipun menunjukkan ragam ekspresi berbeda dari setiap muka, aku tau sudah pasti itu ekspresi kekesalan, dongkol yang teramat. Adi pamungkas,,,menuju kan pandangan nya ke langit langit atap ber lagak tak menau, jempol dan telunjuk nya se olah olah sedang mencabuti bulu jenggot padahal ia tau dagu nya tak punya bulu sama sekali. Tak tau menau. kami pun punya cara masing masing. Namun cara tak tau menau masih kalah hebat oleh sosok deki ferial hidup nya se olah di garis kan dengan kelempengan tak peduli terhadap amarah bapak krisbow yang ber komat kamit dengan kalimat kalimat pedas membuat kelas menjadi hening kecuali suara nya yang menusuk hati, kecuali pula cekiki'an deki yang suara nya muncul menghilang Dari bangku paling belakang, ribut. Sering kali kami menatap kan pandangan pada nya mencoba memberi tahu pada nya "jangan ribut!!! kau tau di depan se ekor singa sedang marah, cekikikan mu akan semakin membuat nya marah,, ahh kau menyebalkan". Dia pun sesungguhnya tahu dengan maksud wajah kami.
Amarah bapak krisbow hari ini tak jauh beda pada hari sebelum nya. Saat dari kami masih saja ada yang belum memiliki alat multimeter. "Kalian miskin? Kalian gak bisa beli alat?
sebagai se orang murid apa yang bisa kami perbuat selain diam menikmati kalimat kalimat wejangan dari se orang guru. Karena murid selalu salah tak pernah benar.
Hari ini bapak krisbow masih saja tetap marah padahal tak satu pun dari kami yang tak memiliki multimeter. Ternyata kemarahan nya kali ini tak lain tak bukan karena alat yang kami beli tak sesuai dengan merek alat yang ia rekomendasi kan pada kami. Dan wajib KRISBOW!!! Hukum nya. No kompromi.
"Bukan kah sudah ku bilang jangan kalian beli alat merek murahan!!!, masih saja kalian beli. Apa kalian tak punya uang? Hah?. Apa kau bisa jamin akan dapat bertahan lama alat itu? Ia mendatangi satu per satu dari kami, kami takut. Wajah nya antagonis level expert liur putih bersarang di kedua ujung bibir nya. Kadang hilang kadang muncul. Ia telah banyak bicara. Entah perlakuan fisik apa yang akan ia lakukan, amarah nya saja sudah mengguncang ke jiwaan kami. Goncang segoncang nya. Langkah nya tiba dan terhenti di bangku mamat, nampak nya seluruh musibah kami akan di tanggung oleh mamat. Woy kau!! apa merek alat kau itu? (pertanyaan mengintimidasi) merek Sun meter pak? Wajah mamat nampak kimut kimut. Jawaban nya tak seperti yang ia harap kan bapak Krisbow semakin naik pitam ia belum menemukan satu dari kami yang membeli krisbow. Di banting nya multimeter mamat, untung membanting tak sekuat amarah nya. merek sampah!!! Ucap nya. Aku yakin hingga saat ini tak satu pun dari kami yang lupa akan Kalimat merek sampah itu.
Sepanjang berlangsung nya drama menyedihkan itu satu dari kami yang nampak paling tenang, damai hidup nya. Tak seperti yang lain, merek krisbow berhasil ia beli tak hanya multimeter bahkan satu set alat alat seperti obeng, tang dan lain lain ia beli. Ratusan harga nya. Kami tak mampu. Wajah pak krisbow nampak berubah 180 derat ketika melihat alat alat itu ter jejer rapi di meja claudio. Kamu kamu... Alat kau itu merek krisbow kan.? Mata nya awas sekali dengan krisbow, tak sempat claudio menjawab. Nah ini alat yang harus nya kalian beli, kau contoh ini teman mu. Krisbow itu ia angkat di tunjukkan nya satu per satu pada kami. Ini alat alat punya kau juga? Berapa kau beli ini semua? Angka yang fantastis di jawab oleh claudio. Pak krisbow girang dan kami semakin tertekan. "mengapa kau tunjukkan alat alat kau itu kawan. Aih ya sudah lah. Alat itu menjadi penentu status kemiskinan bagi kami, pak krisbow semakin memperjelas, mulut nya semakin menjadi, ia menjelma menjadi se orang salesmen dua alat si miskin dan kaya di bawa nya ke depan kelas. Entah hati kami seolah juga turut menjelma, menjelma menjadi alat si miskin. Semakin pak krisbow menghina alat itu semakin sakit hati kami.
Apa kah punya kalian krisbow? Selamat anda kaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beladiri dan kemenangan

Beladiri dan kemenangan Merujuk pada sabda Nabi Muhammad Saw pada sebuah hadist yaitu Bukhori dan Muslim yang menyebutkan ajarkanlah anak (laki laki) kita berkuda memanah dan berenang. Pastilah mempunyai alasan mengapa tiga hal tersebut diatas di anjurkan untuk anak anak kita dan kita para lelaki khusus nya. Tidak hanya sebagai olahraga yang kita peroleh manfaat nya berupa kebugaran tubuh dan kesehatan, di lain daripada itu adalah dasar kemampuan  kita dalam membela diri dari suatu ancaman yang tidak kita duga. Jadi,,, sudah barang wajib to bagi lelaki memiliki kemampuan dasar membela diri terlebih lelaki adalah calon calon kepala rumah tangga bagi yang belum berumah tangga seperti saya yang sekaligus juga pelindung bagi keluarga tercintanya. Luas daripada lingkup rumah tangga adalah kesiapan kita sebagai seorang muslim yang jugalah wajib menjadi barisan terdepan sewaktu waktu perang terjadi. Loh kan perang Pake teknologi canggih? Iya juga ya... Tapi tunggu dulu, merujuk pada seb...