Pernah Suatu malam menjelang tidur aku membuka chasing handphone ku. Berniat mengeluarkan memori mikro sd 2 giga yang terpasang di dalam nya, setelah chasing berhasil aku buka aku melepas nya secara perlahan semakin perlahan pelan, dan semakin pelan entah mata ku tiba tiba ber kaca kaca air mata ku keluar begitu saja.
Melihat sebuah memori mengingatkan ku pada sebuah kenangan. Tangan ku tiba tiba saja bergetar, bibir ku seolah ingin berucap namun tertahan aku semakin terisak isak aku tak kuasa menahan kesedihan melihat sebuah memori yang menjelma menjadi kenangan yang seharusnya aku memiliki nya. sungguh sangat menyedihkan.
Tak sempat aku menatap nya lamat lamat Aku menghempaskan begitu saja memori itu ke lantai, segera membaringkan tubuhku di atas ranjang menutup wajah ku dengan sebuah bantal, tangis ku semakin menjadi jadi bantal menjadi basah di buat nya. Aku sangat sedih oleh sebuah kenangan, tak di sangka dalam melihat memori hati ku selemah ini. Bukan karena kenangan yang membuat ku menangis, memori saja punya kenangan di dalam nya kenapa aku tidak??? Secuil pun Aku tidak punya kenangan.
Masa lalu ku penuh dengan kejombloan. Aku iri, hati ku semakin pilu, tidak!!! oh tidak!!! ingin sekali rasanya memiliki sebuah kenangan, setidak nya malam itu aku bisa tersenyum senyum bahagia sendiri, mengingat aku yang sedang berjalan di sebuah tepi pantai menggenggam erat sebuah tangan yang aku kasihi berlari lari kecil bergantian saling berkejaran, di iringi lagu kuch kuch hotahe bermain main air saling menggoda, bercanda satu sama lain, bahagia, tertawa menari nari dengan senja sebagai latar panggung nya. Matahari yang perlahan tenggelam di ujung laut nun jauh di sana menutup dengan indah kisah romantis aku dan dia. Turut serta menenggelamkan kisah ku ke dalam laut yang kemudian akan menjadi saksi di kemudian hari tentang betapa indah nya kisah cinta yang pernah aku alami di pantai itu.
Tapi aku tak memiliki kenangan itu yang ada justru kenangan kenangan sahabat sahabat ku dengan kisah cinta nya di dalam memori dua giga yang baru saja aku hempas kan itu. Aku terpukul, terpuruk, tersungkur, bagaimana jadi nya bila malam itu aku sampai benar benar menyaksikan isi memori itu dalam laptop yang telah aku persiapkan sebelum nya. Aku pasti akan semakin terpuruk, masa lalu ku tak se indah masa lalu mereka.
Selalu sendiri hanya ke jombloan yang setia menemani. Hati yang tak pernah terbahagia kan, ter menjakan oleh cinta dan kasih sayang seorang kekasih, mengharapkan nya adalah mimpi yang tak pernah terwujud. Mengikhlaskan nya semakin membuat takdir tak berkehendak lain. Aku harus bagaimana, sekalipun aku menyadari aku adalah tuan atas takdir ku tapi aku tak tau apa yang harus aku perbuat, kemalangan demi kemalangan, hanya itu yang aku dapat di setiap kali usaha yang aku lakukan. Semenjak malam itu aku trauma ketika melihat memori. Sampai saat ini handphone ku pun tak ber memori. Selamat tinggal memori.😢
Komentar