Menganalogikan sepakbola beserta imajinasi
di dalamnya.
Siapa yang tak mengenal olahraga yang satu
ini? Seluruh dunia mengenalnya tak terkecuali wanita maupun anak anak. Bahkan
banyak sekali anak anak usia dini yang gemar terhadap olahraga satu ini. Setiap
Empat tahun sekali adalah waktu yang di nanti nanti untuk dapat menyaksikan
kompetisi tingkat jagat dunia, menyaksikan aksi idola idola sepak bola kita di
lapangan hijau. Sebuah kompetisi yang bergengsi karena membawa nama negara dan
tak semua negara dapat mengikutinya alias hanya tiga puluh empat negara yang
lolos kualifikasi lah yang berhak bertarung di lapangan hijau dalam waktu
normal 2x45 menit memperebutkan piala klasik berlapiskan emas murni. Bukan lah
perjuangan yang ringan bertarung dalam waktu normal 2x45 menit tentu, di tuntut
sebuah fisik yang prima, kecerdikan mengatur strategi, skill mumpuni dan
terpenting kekompakan team.
"Jangan mengaku lelaki kalau tak bisa
bermain bola" jargon ini tak asing di kalangan kaum adam sekaligus menjadi
sebuah tuntutan bagi kaum adam untuk hobi bermain sepak bola. Ya kalau enggak
hobbi minimal memiliki sedikit skill dalam bermain bola biar enggak malu malu
amat gitu. Enggak ngecewain teman lo karena sudah ngajak lo main bola. Kalau
gue sih supaya kelihatan keren aja di mata cewek. Ih si anu itu ganteng hebat
main bola pula. Nah Terbukti kan nilai kejantanan pria terdongkrak naik.
Sekaligus mengungkap misteri alasan mengapa wanita menyukai sepakbola adalah
salah satunya karena aktor sepak bola yang berparas tampan. Ya Allah coba aja
gue jadi istri nya David Beckham. Mbak Mbak sadar mbak sadar.
Sepakbola adalah suatu permainan yang dapat
di analogikan seperti berperang. Jika berperang adalah perlengkapan senjata
yang di butuhkan, tak jauh beda nya dengan sepakbola yang senjata tersebut
adalah skill dari setiap pemain itu sendiri. Jika panglima sebagai pengatur
strategi dalam berperang maka pelatih adalah pengatur strategi permainan. Jika
komandan mengatur jalan nya perang maka kapten adalah pengatur ritme permainan.
Macam macam lini barisan dalam perang tak
ubahnya pula bagian tiap lini dalam sepakbola. Di bagian depan adalah
penyerang/pembunuh berfungsi sebagai pembidik musuh gawang lawan. Tengah adalah
gelandang yang mengatur aliran arah bola sekaligus pensuplai bola ke penyerang,
dalam dunia perang ia membantu barisan depan dengan memberikan informasi
mengenai keberadaan lawan dan apa pun itu yang ada di depan. Adakalanya seorang
gelandang cenderung bertahan namun adakalanya juga cenderung menyerang,
tergantung bagaimana instruksi dari seorang pelatih. Tak hanya di bagian
tengah, juga lah ada yang di sebut sebagai gelandang sayap yang bertugas
membantu menyerang maupun bertahan melalui sisi sayap. Berbeda hal nya dengan
dunia perang soal sisi sayap yang daerah peredarannya sangat luas sehingga di
butuhkan angkatan udara untuk menyerang maupun menjaga area pertahanan melalui
sisi kanan dan kiri atau dalam militer sisi barat timur, utara selatan.
Berbicara soal bertahan adalah tugas yang berat bagi seorang bek dalam permainan
sepakbola terlebih jika lau gelandang tak mampu menghalau pergerakan lawan.
Mati sudah nih bek, ironisnya lagi saat seorang bek menghadapi penyerang musuh
yang jumlah nya tak sebanding. Ini sering terjadi akibat serangan balik cepat
dari lawan. Tapi tenang saja karena tak sampai mengorbankan nyawa kok yang
berbeda hal nya bila serangan balik cepat dari musuh ini terjadi di dalam dunia
perang. Saran nya sih banyak banyak berdzikir aja untuk tentara tentara di lini
akhir pertahanan. Final dari serangan musuh terakhir di tentukan oleh seorang
kiper yang di tuntut kemampuan membaca arah bola, refleks cepat dan tentunya
bisa nangkep bola hap hap hap.
Tak kalah romantisnya oleh tentara perang
yang memiliki dokter dan perawat yang menangani cidera para tentara korban
berperang maka di dalam sepakbola tak sedikit wanita wanita cantik sebagai
official team medis yang menangani pertolongan awal permasalahan atau cidera
pada pemain. Tapi sayang nya seumur umur gue main bola enggak pernah seorang
wanita cantik sebagai official team medis memberi pertolongan pertama pada gue.
Ya gue berprasangka positif aja sih, mungkin kalau team medis nya perempuan nan
cantik pula jadi banyak para pemain yang berpura pura cidera. "adek pijet
kakï abang yang kram sebelah kanan dong, iya abang adek pijetin". Dan itu
terjadi di tengah lapangan.
Aku percaya setiap apa pun itu yang ada di
bumi ini memiliki penganalogian terhadap hal lain yang berbeda. Contoh nya ya
seperti sepakbola dengan berperang. Dan dalam menciptakan penganalogian sudah
barang pasti di dalam nya terdapat imajinasi.
Aku, kasen, rendra dan vino adalah seorang
tentara republik indonesia yang mendapat tugas mengentaskan kelompok teroris
Santoso bersama para tentara tentara yang lain. Kami tergabung dalam sebuah
pleton persatuan sepakbola TNI, singkatnya PSTNI. Panglima perang kami adalah
Irjen Raden mas supono noto boto limo gagah lan perkoso mangku wanito limo
ketiban kelopo ora popo. Kami telah menjalani latihan militer selama tiga
bulan, latihan itu meliputi latihan peningkatan skill penguasaan bola,
peningkatan ketahanan fisik, pembekalan strategi, mental dan terakhir adalah wawasan
perang medan darat berhampar rumput hijau. Lapangan tempur yang kami gunakan
adalah stadion 09001 madya sempaja. Latihan kami semakin hari semakin intens
Menjelang berperang guna melakukan penyergapan dan perburuan kelompok teroris
Santoso. Tak henti henti nya Panglima kami menggelorakan semangat kami di
setiap proses latihan berlangsung "kita harus menang!!! kita harus
taklukkan kelompok santaso!!! demi meraih tujuan kita yaitu piala gubernur
kaltim. Selain daripada itu yang terpenting adalah utuh nya kedaulatan NKRI!!!".
mengepalkan telapak tangan nya dan mengangkatnya ke langit, begitulah sikap
panglima supono di setiap kali mengakhiri kalimat motivasi nya yang dalam
sehari bisa di ulang sampai sepuluh kali. Aku, Kasen, Rendra dan vino yang
berdiri dalam barisan satuan pleton sampai hafal kalimat itu dan tak jarang
kami sering meningkahi panglima supeno dengan menirukan ucapan dan gerakkannya
secara diam diam di barisan belakang. Risiko yang di terima jika ketahuan adalah
dengan terpaksa kami harus memperkosa bumi seratus kali, eh kayak orang push up
gitu maksud nya.
Hari hari menjelang hari H dadaku ku, rendra,
kasen dan vino tak ubah nya seorang bujang yang hendak menghadap bapak mertua. Berdegup
hebat, wahai jantung tak lelah kah dirimu. Kaitan nya dengan perang tentulah sama
yaitu sama sama antara mati atau pulang dengan selamat. Ngomong ngomong kalau ngelamar
di tolak itu serasa mati juga loh. Sumpah aku enggak curhat nih.
Kami beserta satuan pleton PSTNI telah bersiap
di ruang ganti pakaian pemain Satu jam menjelang perang di atas medan darat berhampar
rumput hijau. Panglima supono noto boto limo sedang sibuk dengan papan tulis kecil
nya 60x40 cm membuat formasi perang dengan memindah dan mengatur besi magnet berwarna
di atas sebuah papan kecil itu. Awal nya ia berencana menggunakan formasi 443 namun
berubah menjadi 352 dan terakhir 532 Yang artinya lima tentara di barisan belakang,
tiga di tengah, dua paling depan dan terakhir satu paling belakang yang panglima
supono menyebut nya sebagai penangkap bola.
Apa panglima bilang? Penangkap bola?. Wajah si
hap nampak murka terhadap panglima supono.
Panglima kira saya adalah kacung!!!? (tukang
ambil bola)
Tidak hap tidak, panglima salah menyebut. Maafkan
panglima hap. Kau adalah sosok tentara terpenting dalam formasi perang kita,
kau adalah goal keeper hap.
Iya betul yang Panglima bilang hap, kau adalah
bagian terpenting dalam pleton kami. Serentak secara universal kami membenarkan
ucapan panglima supono.
Hidup hap hidup...!!!! Kami bersorak untuk hap sehingga ruang ganti menjadi
riuh.
Hap nampak terambung jiwa nya. Iya berjalan ke
bagian depan kami. Menatap satu persatu mata kami kemudian berseru.
Untuk NKRI dan piala gubernur kaltim aku akan
menjaga bagian vital dari daerah kita. Dan aku yakin kita pasti menang dalam pertempuran
final ini. Santoso kau pasti akan mati.
Di saat kami semua terdiam akibat perkataan hap
yang membakar semangat kami vino yang terlalu naif berseru...
Mengapa kau harus menjaga bagian vital kami hap?
Fokus lah saja dirimu mengamankan gawang dari lawan!!!
Sepakat kami tepok jidat. Mengakui kenaifan vino.
Hap hanya tertunduk diam sembari bersuara lirih.
Kau benar vin...
Cukup!!!!. Panglima supono mengembalikan suasana
ke sediakala. Memperhatikan dalam keseriusan. Bersiap menjelaskan formasi pada papan
kecil nya.
Dengarkan bapak anak!!! Telah kita ketahui semua
bahwa kelompok Santoso yang menjadi lawan kita di final kali ini bukanlah sembarang
kelompok yang telah kita hadapi di peperangan peperangan sebelumnya. Panglima supono
menegaskan kehebatan kelompok santoso. Memang benar apa kata panglima karena setauku
kelompok Santoso yang mengatasnamakan mereka sebagai persatuan sepak bola Santoso
melakukan latihan latihan yang hebat dan keras di dalam hutan selama berbulan bulan
jauh sebelum turnamen piala gubernur di mulai. Maka tak heran jika mereka persatuan
teroris menembus final sebagai lawan kami para militer NKRI.
Tangan kanan Panglima supono mengetuk ngetuk
papan kecil yang di pegang oleh tangan kiri nya. Memfokuskan pandangan kami tetap
padanya.
Dengarkan bapak anak!!! Kali ini formasi strategi
yang akan kita terapkan dalam pertempuran final adalah 532. Kalian pasti mengerti
maksud dari formasi ini bukan? Kita akan cenderung memperkuat pertahanan. Lini belakang
aku serahkan pada mu rendra, kau memiliki badan yang kekar dengan gerak yang cukup
lincah untuk menghalau lawan. Jiwa kepemimpinan ada dalam dirimu maka pimpinlah
barisan lini belakang. Rendra mengangguk paham. Ia menatap satu persatu militer
lini belakang yang berjejer di kursi ruang ganti yaitu sutejo, sutijo, sutije dan
suteja. Mereka berempat mengangguk paham maksud rendra.
Kita adalah barisan lini belakang, barisan terpenting
dalam menjaga daerah pertahanan. Kalian siap!!!?
Ya, kami siap rendra!!!. Sutejo menanggapi ucapan
rendra, melanjutkan seruannya.
Kita adalah four Su.....!!!
Siapa kita!!??
Four Su, four Su, four Su Yeees..... Mereka berempat
kompak sekali dengan yel yel Four Su yang mereka miliki. Lebih kompak lagi karena
kepala mereka sama sama botak.
Vino tengangak ngangak mendengar yel yel four
Su... Mulutnya ingin mengutarakan sesuatu, namun sebelum itu terjadi aku lebih dulu
mencegah nya.
Apa yang kau pikirkan vin? Mereka bukanlah empat
ekor anjïng. Ucapku. Bermaksud mencegah vino malah justru aku yang salah berucap.
Muka four Su nampak geram melihat ku.
Maaf, maafkan aku tak bermaksud.... Mengangkat
kedua telapak tangan setinggi bahu bertanda aku memang bersalah.
Panglima supono mencoba menengahi.
Kalian tak perlu marah four Su... Kalian bukanlah
empat ekor anjing tapi tak ada salah nya jika kalian memiliki kemampuan sebagaimana
kemampuan anjing. Four Su mengerutkan dahi, tak mengerti maksud panglima supono.
Apakah kalian tak paham maksud bapak four Su?
Kalian pernah melihat kawanan anjing memburu babi bukan? Mereka tak pernah gagal
menaklukan babi. Bapak harap kalian demikian, taklukkan dan lumat teroris santoso dan kawan kawan dengan taring
taring tajam mu.
Four Su Saling menatap satu sama lain. Mereka
tersenyum kecil. Ucapan panglima supono membuat
hati four Su terambung. "Kita adalah sekawan anjing brother". Aku mendengar
ucapan lirih sutejo kepada tiga kawanan nya. Aku terheran, mengapa sekarang mereka
bangga mengatasnamakan dirinya sebagai anjing? Padahal tadi mereka geram saat aku
mengatakan nya. Mungkin aku tak sepandai panglima supono dalam berucap.
Baiklah rendra kau telah paham maksud bapak.
Pimpinlah four Su dengan baik di lini belakang.
Baik panglima, aku dan four Su Akan mengerahkan
kemampuan terbaik kami. Panglima memberi acungan jempol pada rendra dan Four Su.
Sekarang giliran mu. Panglima menatap wajahku.
Tangan kanan nya memegang besi magnet nomor dua dari tiga besi magnet di formasi
bagian tengah. Aku berada di posisi gelandang tengah. Kau adalah kapten!!! Dengan
tegas berseru pada ku. Sebenarnya pilihan kapten ada dua yaitu aku dan kasen namun
kali ini panglima supono mempercayakan posisi kapten pada ku.
cerita masih berlanjut setelah rasa malas pergi dari diri.....
cerita masih berlanjut setelah rasa malas pergi dari diri.....

Komentar