Langsung ke konten utama

Pilihan Orang Tua

Pilihan Orang Tua.

Doa terbaik untuk kita seorang anak adalah doa yang terucap dari bibir kedua orang tua. Tak hanya doa, tentu yang terbaik juga adalah pilihan kedua orang tua terhadap kita, pilihan apa pun itu di dalam kehidupan kita. Yang ke semua itu intinya adalah lahirnya keridha'an kedua orang tua terhadap kita.

Satu contoh kisah dari seorang teman ku di saat smk dulu. Dia bernama sebut saja Tomi, ia tak memiliki ketertarikan terhadap dunia teknik. Namun setelah menyelesaikan pendidikan nya di bangku Smp ayah nya menghendaki Tomi bersekolah di salah satu sekolah menengah kejuruan salah satu yang terdapat di kota Samarinda. Sempat menolak awal nya dengan berbagai macam alasan yang ia jelaskan kepada kedua orang tua nya namun pada akhir nya ia mengikuti dan patuh pada pilihan ayah nya. Tomi baru menyadari akan ilham dan hikmah dari pilihan kedua orang tua nya setelah ia menjadi siswa berprestasi di sekolah, beberapa kali mewakili sekolah dalam ajang ajang lomba akademik tingkat kota provinsi dan juga nasional. Bahkan menjadi siswa delegasi kalimantan timur dalam pertukaran pelajar dengan jepang. Begitulah cerita dari Tomi kepada ku setelah kami berbincang bincang di dalam kelas saat kami duduk di bangku kelas tiga smk.

Saat itu aku belum merasakan ilham dan hikmah dari pilihan kedua orang tua ku mengapa ia juga berkehendak agar aku bersekolah di smk yang satu jurusan juga (elektronika) dengan Tomi. Jika Tomi langsung merasakan ilham dan hikmah pilihan kedua orang tua nya di saat dia masih di bangku sekolah, aku justru belum mendapatkan dan merasakan ilham dan hikmah seperti Tomi. Prestasi ku di sekolah pun juga biasa biasa saja, tak lebih hanya sekadar langganan bagian dari peringkat lima besar di kelas. Dulu aku menghendaki masuk di sekolah menengah atas dua Samarinda (sma 2) dengan program studi bahasa karena memang aku memiliki ketertarikan terhadap bahasa. Ingin mempelajari lebih dalam tentang sastra dan sejenis nya.

Kami berdua (aku dan bapake) tiba di sma 2, kami mengendarai sepeda motor. Formulir pendaftaran siswa baru telah berada di tangan, aku telah siap mengikuti kewajiban seleksi untuk dapat masuk dan menjadi bagian siswa dari sma 2. Di hari itu juga bapak ku memberi saran lebih baik nya mendaftar di sekolah kejuruan saja. Aku masih belum paham alasan dari bapak ku, hanya bisa mengira ngira saja. Mungkin jika bersekolah di sekolah kejuruan aku dapat langsung bekerja setelah lulus dari sekolah, atau bisa juga membuka jasa service barang elektronik di rumah. Satu alasan pasti yang aku ingat saat itu ialah jarak sma2 yang lumayan jauh dari rumah ku sementara aku belum memiliki kendaraan bermotor. Jika lau berangkat sekolah menggunakan jasa angkutan umum konon katanya harus menumpang sebanyak dua kali angkot. Tentu bukan biaya harian yang sedikit belum lagi jika di tambah dengan uang saku sementara kondisi ekonomi bapak ku kurang bisa mendukung.

Baik lah akhirnya aku mengikuti saja ke mauan bapak ku. Ilham dan hikmah dari orang tua ku baru aku rasakan ketika menjelang ujian nasional. Saat itu salah satu perusahaan pertambangan mengadakan recruitment karyawan baru di sekolah ku, dari kurang lebih seratus orang aku menjadi bagian dari tujuh orang yang di nyatakan lulus hingga tahap akhir seleksi. Namaku tercantum dalam sebuah surat resmi dari perusahaan yang di kirim ke sekolah ku. Benar benar hikmah yang aku rasakan dari pilihan orang tua ku mengingat jika pun aku berkuliah dengan dana beasiswa tak akan membuat orang tua ku berhenti membiayai kebutuhan ku sehari hari. Namun soal berkuliah itu adalah keinginan kuat ku.

Hikmah kedua yang aku rasakan.

Waktu ku tak lama hanya Setelah satu tahun menjalani pendidikan di sebuah perusahaan pertambangan aku memilih untuk resign dari perusahaan tersebut karena suatu alasan yang tak dapat aku ceritakan. Alasan yang patut aku beri tahu adalah ke inginan ku untuk berkuliah. Berkuliah sekaligus menjadi karyawan perusahaan pertambangan adalah suatu yang berat untuk di jalani saat sudah pasti aku akan bekerja di daerah daerah pelosok, dalam dunia kerja di sebut sebagai site. Sementara bekerja di daerah kota di sebut dengan cabang dan itu tak mungkin bagiku bekerja di cabang.
Singkat cerita aku berhasil menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas swasta di kota Samarinda. Walaupun memerlukan usaha yang tak mudah untuk dapat menjadi mahasiswa baru, menyisihkan secara rutin gaji kecil yang di dapat setiap bulan dari aku bekerja di dalam kota.

Baru dua semester aku menjalani kuliah tersebar berita bahwa pemerintah provinsi sedang melakukan pengadaan calon calon pegawai negeri sipil guna memenuhi kebutuhan pegawai di beberapa instansi pemerintahan tingkat provinsi. Berita itu tersebar di koran harian kaltim pos beserta di dalam nya tercantum daftar daftar instansi yang membutuhkan pegawai beserta dengan keahlian bidang yang di butuhkan.
Sekali lagi, inilah yang di maksud dengan hikmah pilihan orang tua. Bukan secara kebetulan jika ijazah elektronika salah satu yang di butuhkan dalam pengadaan calon pegawai negeri sipil kala itu. Ridha orang tua membawa kita ke arah takdir baik yang telah Allah persiapkan. Aku jadi teringat peristiwa saat kami (aku dan bapak'e) dulu di sma2 mengambil formulir pendaftaran dan saat itu juga aku tidak jadi mendaftar di sma itu.
Yang aku tak habis pikir juga adalah tersedianya juga jenjang pendidikan tingkat smk. Sekalipun aku harus berkompetisi dengan lawan yang berpendidikan d3 dan d4 aku tetap percaya oleh pilihan orang tuaku yang telah mengantarkan ku sampai dapat mengikuti tes cpns kala itu. Aku pasti berhasil...
Al hasil,,, benar keyakinan ku. Setelah tertinggi dari puluhan pesaing aku di nyatakan resmi sebagai cpns pemerintah provinsi kalimantan timur.

Untuk yang terakhir kali nya ini semua berawal dari pilihan orang tua yang terkadang sering kali kita menentang nya, tidak setuju. Boleh boleh saja tidak setuju asal dengan cara yang baik dan inti nya apapun pilihan terakhir bagi kita adalah dengan ikut serta ridha dari kedua orang tua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beladiri dan kemenangan

Beladiri dan kemenangan Merujuk pada sabda Nabi Muhammad Saw pada sebuah hadist yaitu Bukhori dan Muslim yang menyebutkan ajarkanlah anak (laki laki) kita berkuda memanah dan berenang. Pastilah mempunyai alasan mengapa tiga hal tersebut diatas di anjurkan untuk anak anak kita dan kita para lelaki khusus nya. Tidak hanya sebagai olahraga yang kita peroleh manfaat nya berupa kebugaran tubuh dan kesehatan, di lain daripada itu adalah dasar kemampuan  kita dalam membela diri dari suatu ancaman yang tidak kita duga. Jadi,,, sudah barang wajib to bagi lelaki memiliki kemampuan dasar membela diri terlebih lelaki adalah calon calon kepala rumah tangga bagi yang belum berumah tangga seperti saya yang sekaligus juga pelindung bagi keluarga tercintanya. Luas daripada lingkup rumah tangga adalah kesiapan kita sebagai seorang muslim yang jugalah wajib menjadi barisan terdepan sewaktu waktu perang terjadi. Loh kan perang Pake teknologi canggih? Iya juga ya... Tapi tunggu dulu, merujuk pada seb...