Langsung ke konten utama

Tentang diri kita, kenang

Inspirationfromthis
Musim penghujan, saat itu seorang diri aku telah tiba di terminal arjosari kota malang diiringi senja yang perlahan menghilang. Masih menunggu sampai adzan magrib berkumandang, sepupuku sebentar lagi datang, menjemput. Menyelipkan tubuh di sela ruang teduh di bawah atap atap teras warung, tak sendiri, semua orang juga demikian termasuk bule. Berteduh. Tetesan air terus berjatuhan beserta dingin yang merambat menembus jaket hingga ke kulit. Aku terlamun, entah apa, sepertinya kenang selalu serta bersama hujan. Aku jadi Teringat ulasan hidup ku. Masa kecil hingga perjalanan ku sampai dewasa.

Ke esokan hari sebuah galeri foto menarik pandangan ku, merayu, berharap aku singgah sekedar melihat. Saat aku berjalan dalam pasar yang hanya ada sekali dalam seminggu (pasar minggu). Hampir keseluruhan foto foto berwarna hitam putih. Seperti nya foto foto di ambil oleh teknologi jadul. Ya benar saja, kehidupan dalam foto itu di tahun di mana aku belum terlahir. Aku menatap antusias sembari menerka sejarah yang terkandung dalam foto itu. Beku, kaku, kenang membiru terjebak dalam kertas yang menguncinya. Ia akan tetap terus di sana tak dapat bercerita dan aku masih menerka, kecuali satu runut generasi di atas ku menjelaskan sesuatu pada ku.

Kelak hidup ku juga demikian, aku akan sirna namun tidak segala tentang diri ku tentang kenang ku, ulasan ku. Semua akan beku, kaku dan membiru terkunci dalam sebuah deretan foto yang terkandung sejarah di dalam nya. Kemudian sosok sepertiku di masa depan kembali bertanya, menerka dan menerka tentangku. Apa yang mereka dengar dan peroleh nantinya tentangku ialah apa yang sedang aku lakukan, aku berikan saat ini. Untuk  apa dan untuk siapa semoga aku senantiasa melakukan yang terbaik.

Goal nya adalah tak ada yang lebih penting dari hidupku kecuali apa yang telah aku lakukan dan berikan untuk hidup ini. Sekaya apapun, hebat dan kuat nya diri ku tak akan berarti jika aku tak melakukan kebaikan apa apa untuk hidup ini. Sebab jejak berarti yang aku tinggal kan dalam hidup hanyalah sebuah cerita tak lebih dari itu.
#berbagi #nasihatindirisendiri  #desaifillade #malang #pasarminggu #Islam #sejarah #kenangan #ulasanhidup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beladiri dan kemenangan

Beladiri dan kemenangan Merujuk pada sabda Nabi Muhammad Saw pada sebuah hadist yaitu Bukhori dan Muslim yang menyebutkan ajarkanlah anak (laki laki) kita berkuda memanah dan berenang. Pastilah mempunyai alasan mengapa tiga hal tersebut diatas di anjurkan untuk anak anak kita dan kita para lelaki khusus nya. Tidak hanya sebagai olahraga yang kita peroleh manfaat nya berupa kebugaran tubuh dan kesehatan, di lain daripada itu adalah dasar kemampuan  kita dalam membela diri dari suatu ancaman yang tidak kita duga. Jadi,,, sudah barang wajib to bagi lelaki memiliki kemampuan dasar membela diri terlebih lelaki adalah calon calon kepala rumah tangga bagi yang belum berumah tangga seperti saya yang sekaligus juga pelindung bagi keluarga tercintanya. Luas daripada lingkup rumah tangga adalah kesiapan kita sebagai seorang muslim yang jugalah wajib menjadi barisan terdepan sewaktu waktu perang terjadi. Loh kan perang Pake teknologi canggih? Iya juga ya... Tapi tunggu dulu, merujuk pada seb...